Diana masuk ke restoran, melihat Tari yang kini menunggunya di meja pojok kiri, Tari memang mengatur jadwal makan siang dengan ibu dari temannya itu. Tari sempat terkejut ketika mendapatkan telpon dari Diana dan mengatur pertemuan. Diana tersenyum melihat Tari, dan mencipika-cipiki teman dari putranya itu. “Silahkan duduk, Tante,” kata Tari, membuat Diana mengangguk dan duduk dihadapan dokter hebat. "Kamu makin cantik saja, Sayang,” puji Diana, membuat Tari merona. "Terima kasih. Tante juga loh, kelihatan awet muda,” jawab Tari. "Apa kamu sudah lama? Maafin Tante, Sayang, karena Tante terkena macet tadi.” "Saya baru sampai. Tapi, ada apa Tante memanggil saya kemari? Apa ada sesuatu yang penting? Atau … ada yang sakit?” "Nggak ada yang sakit, Sayang, hanya saja—“ "Hanya apa, Tante?”

