Senja sudah bersiap ke kantor, sudah beberapa hari ini semenjak ia menolak Hadi, Hadi tak pernah lagi datang ke rumah, Hadi hanya akan datang ketika akhir pekan untuk menjemput Azel, Hadi juga terlihat lebih banyak diam di kantor. Mereka tak pernah lagi mengobrol, mungkin Hadi menghindar demi perasaannya. Ketika sedang memakai sepatu berhak tinggi miliknya, suara klakson mobil terdengar, mobil BMW berwarna silver terlihat parkir didepan pagar rumahnya. “Assalamu’alaikum,” ucap Aslan, membuat Senja tersenyum. “Wa’alaikumssalam,” jawab Senja. “Azel mana?” “Dia didalam,” jawab Senja. “Azel!” panggil Aslan, membuat Azel berlari keluar rumah. “Eh ada Om Aslan,” seru Azel. “Om jemput Mama?” “Benar. Azel memang pintar,” kata Aslan, lalu mengelus rambut putra dari perempuan yang ia cintai.

