“Sehat, Ning?” tanya Rasyid ketika mereka berempat sudah berada di ruang keluarga kediaman pamungkas. Yakni Bening dan sang suami, serta Abi yang berada di samping Rasyid. “Sehat, Be.” Tatapan Bening sedari tadi berjalan ke sana kemari, karena tidak melihat sosok Fika sama sekali. Pergi ke mana adiknya itu? Apa Fika ada mata kuliah pagi, sehingga Bening tidak melihat adiknya itu muncul untuk menyambutnya sedari tadi. “Fika kuliah, Be?” “Fika tidur,” sahut Abi tidak bisa mencegah dan melakukan hal apa pun dengan istrinya. Daripada Fika ngambek dan berakhir menyalahkan Abi karena sudah membuat istrinya itu hamil. Maka dari itu, Abi tidak akan melempar protes sama sekali. “Bawaan bayi, katanya.” “Ya, sudah. Biarkan aja Fika istirahat mumpung masih bisa,” kata Rasyid. “Nanti kalau sudah ham

