“Makasih …” Kendati tengah mengalami kantuk berat, Fika harus tetap berdiri dan tersenyum lebar, saat menyambut para tamu undangan resepsi pernikahannya dengan Abi. Benar-benar mewah, megah, dan sesuai dengan pernikahan impian Fika selama ini. Tidak seperti Abi, yang sedari tadi sibuk bertanya mengenai kondisi Fika. Istrinya itu, masih saja belum mengatakan tentang kehamilannya pada Abi. Padahal, Abi sudah bersikap baik selama beberapa hari ke belakang, tetapi Fika masih saja bungkam dan tidak mengatakan hal apa pun. “Sayang, sepatumu dilepas aja kalau capek,” ujar Abi bicara pelan di telinga Fika, saat masih menunggu tamu berikutnya yang akan bersalaman dengan mereka. Fika mengangguk lelah, serta mengantuk. Harusnya, Fika belajar dari resepsi pernikahan Bening kala itu. Kakak perempua

