“Mau ke mana, Mi?” Abi mengusap rambut basahnya dengan handuk kecil dan berhenti tepat di tengah kamar saat melihat Fika memasukkan laptop, dan beberapa buku kuliahnya ke dalam koper. Tidak hanya buku dan laptop, tetapi Abi juga melihat beberapa pakaian yang ada di dalamnya. “Mi?” “Aku mau pulang!” Fika berucap ketus, tanpa mau melihat Abi. Perbuatan sang suami tadi malam, sudah membuat perasaan Fika terlampau pilu dan malas melihat wajah pria itu. “Pulang?” Dengan segera, Abi menghampiri Fika yang baru saja menarik resleting kopernya. Intonasi Fika terdengar ketus, sehingga Abi merasa ada yang tidak beres. “Pulang ke mana? Ke rumah mama?” “Memang ke mana lagi?” Fika membiarkan kopernya di samping tempat tidur, kemudian pergi keluar untuk menemui Rasyid di kamar bawah. Rencananya, Fika

