SP~66

1250 Kata

“Aku stres,” adu Abi pada Aga yang siang ini kebetulan mampir ke kantornya. Pria itu baru saja melihat lokasi tanah yang berada di dekat kantor Abi. Karena itulah, Aga menyempatkan mampir dan mengajaknya makan siang di belakang kantor, karena tidak ada jadwal sidang hari ini. “Dan aku sudah lama nggak makan di warteg.” Aga tahu, Abi pasti akan mengeluh masalah Fika. Untuk itulah, ia tidak ingin menanggapi permasalahan Abi dengan serius. “Dulu, waktu masih magang jadi wartawan, aku pasti makan di warteg sama anak-anak.” Tidak ingin memedulikan Aga, Abi lantas melanjutkan keluhannya. “Fika itu, Ga, labilnya minta ampun.” “Hm, sama.” Aga memberi jawaban singkat, sambil terus menikmati makanan yang sudah lama tidak dia hampiri. Ia bahkan tidak mau repot-repot menoleh pada Abi yang duduk di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN