Satu Janji

1082 Kata
Siapa yang mengetahui bahwa pertemuan bisa menjadi objek yang meresahkan, ketika malam telah datang segala penjuru ingatan tentang telah merambat menjadi nafsu untuk melanjutkan ke perkenalan. Bisa saja Eiji menganggap kejadian tadi sebuah pengalaman baru, ketika ia hampir mati karena rasa ibanya pada wanita yang belum ia tahu namanya.  Meskipun wanita itu cantik dan menolong teman-teman banditnya dari pukulan Nicholas waktu lalu, bukan berarti Eiji dengan mudah menyukainya. Karena sewaktu ia umur 15 tahun, pernah berikrar di bawah pohon sakura yang manis. Ia membatin sambil menyesali ia hidup, bahwa tidak ingin menyukai satu wanita tanpa terkecuali. Dan sampai detik beberapa hari ia masih teguh menjaga ikrarnya itu. Waktu itu, di umur 14 tahun Eiji pernah sekali menjalin hubungan mesra dengan Gadis anggun bernama Uzimi yang ia kenal sehari setelah ia pindah rumah di dekat rumahnya. Tak sengaja ia berpapasan dengan Uzimi ketika melewati satu pohon sakura yang biasa ia lalui setiap pergi ke sekolahnya.  Eiji itu merupakan siswa terjahil dan memiliki banyak musuh di sekolahnya. Akhirnya dia melirik Uzimi lalu ia mengucapkan indah “Kami wa hitotsu no riyū de subete ga okoru yō ni shimasu. Subete ga gakushū purosesudeari, anata wa arayuru reberu o tsūka shinakereba narimasen.” Lantas Uzimi menghiraukannya. Sampai kedua kalinya ia berpapasan dengan Uzimi di tempat dan waktu yang sama, kaki Uzimi tersandung batu yang sengaja Eiji rencanakan supaya mendengar misterius suara Uzimi yang telah berhari-hari membuat ia penasaran. Tetapi setelah Uzimi hampir jatuh oleh batu itu, ia sama sekali tak mengeluarkan suara erangan sedikit pun, bahkan ia seperti takut menoleh pada Eiji padahal wajahnya menandakan malu. Eiji menggelengkan kepala setelah ia menoleh pada Uzimi dan pura-pura kaget. Ternyata rencananya gagal.  Maka hampir 15 hari, Eiji sudah menyerah dan tak merencanakan apa-apa lagi karena telah sekian kali ia rencana yang ia buat terus gagal. Di waktu dan tempat yang sama mereka berpapasan lagi. Dan Uzimi masih dengan gaya khasnya. Lalu seekor ulat bulu jatuh tepat di kaki kanannya sewaktu ia melangkah. Lalu ia teriak histeris dengan keras, bagai telah kehilangan ke sopan santunan yang ia jaga.  Eiji kaget oleh suara teriakan Uzimi dan langsung menoleh padanya, Uzimi berkata “Tolong aku.” Mata sipitnya makin tenggelam akibat ketakutannya. Maka saat Eiji berhasil mencabut ulat bulu di kaki Uzimi, saat itu pula Eiji berbangga hati karena Uzimi selalu mengucapkan terima kasih padanya di mana pun mereka bertemu. Barusan saja Eiji telah mencari informasi tentang siapa sebenarnya wanita cantik yang terlibat langsung dengan bandit-bandit kampus dan pria bermata Dark Eyes itu? Apa hubungan mereka? Tetapi Eiji kembali gagal menemukannya. Sebab ketika ia membuka Internet di laptopnya, seketika listrik rumahnya padam. Lalu terdengar suara langkah makhluk buas mendekati dari arah dapur. Sementara seluruh ruang gelap guling dan ia hanya memegang laptopnya yang nyala.  Lalu Eiji melangkah ke arah suara penuh kehati-hatian, ia berbekal sinar laptopnya. Ia susuri langkah demi langkah, namun tak terlihat satu pun seperti bayangan makhluk buas yang tergambar dalam pikirannya. Selang 5 menit, tiba-tiba saja laptopnya mati. Eiji kebingungan, ia pencet-pencet laptopnya berulang kali, tetapi tak kunjung hidup kembali. Hingga suara langkah makhluk buas itu terdengar dan semakin mendekat kepadanya. Lalu muncul satu bayangan cakaran tangan kanan yang terlihat dalam gelap terambai di depannya. Namun tak mengenainya. Setelah lampu terang kembali, tak terlihat satu makhluk buas dan siapa pun di depannya. Hanya ada beberapa jejak kaki yang tertinggal di lantai rumahnya. Kata Eiji, tak mungkin jejak kaki ini milik seekor kucing, memang bentuknya agak mirip dengan bentuk kaki seekor kucing hanya saja jejak kaki ini ukurannya lebih besar.   Jangan-jangan apa yang di katakan ayahnya benar tentang makhluk dan musuh paling utama kalangan mereka itu. Tetapi makhluk itu ada hubungan apa dengan Eiji? Bukankah perjanjian antara kalangan serigala dengan mereka sudah lama di sepakati bersama bahwa kedua kalangan tidak boleh saling menyerang apalagi sampai membunuh. Perjanjian besar itu telah sedikitnya di sepakati dengan darah sebagai tintanya, generasi muda sebagai korban perantaranya. Banyak sekali korban atas peperangan besar dua kalangan itu, maka dengan cermat keduanya menyepakati bahwa peperangan di atas dunia tidak boleh di lakukan karena tidak sesuai dengan adat istiadat kedua kalangan yang turun dari nenek moyang.   Ya tuhan, atau jangan-jangan wanita cantik itu ada sangkut pautnya dengan makhluk buas itu? Karena memang seharusnya pria bersama cewek itu adalah manusia yang bisa menjelma menjadi makhluk buas sebab di lihat dari kemampuannya mengendalikan Dark Eyes. Eiji sedikit kecewa dengan laptopnya karena tidak bisa aktif lagi setelah kejadian tadi. Jadi rencananya untuk mencari profil wanita itu tertunda lagi. Wanita itu tak hanya cantik secara fisik tetapi seakan ia memiliki hati yang lembut namun tak melulu dia seperti cewek rumahan seperti Kayshifa. Hal itu terbayang ketika Eiji memerhatikan dari tubuh wanita itu. Selain itu, ketika Eiji membayangkan wajah cantik wanita itu, bibirnya selalu tersenyum dan merasa paling bahagia ketika ia mengingatnya. Apalagi wanita itu Eiji nilai sangat sexi ketika ia melakukan aksi heroiknya melindungi teman-teman banditnya.  Beda tipis dengan Uzimi, Eiji jatuh cinta padanya ketika ia lihat Uzimi melindungi orang gila yang tengah di lempari batu oleh anak-anak sebaya dengannya. Uzimi mengaku bahwa ia melakukan hal itu semata-mata sesama karya Seniman Besar seharusnya tidak saling melecehkan. Pelajaran itu ia dapatkan dari didikan keluarganya. Sampai pertengahan malam, Eiji belum tertidur karena memikirkan wanita yang ia sangkut paut kan dengan kejadian aneh yang terjadi dengannya hari ini. Jika memang pria itu merupakan makhluk buas, bisa saja wanita itu juga jelmaan makhluk yang sama dengannya. Maka pria dan wanita itu berarti tahu bahwa Eiji adalah manusia serigala dari itu malam ini kalangan mereka meneror Eiji supaya mundur dan tidak ikut campur dalam urusan mereka. Penjelasan itu bisa saja terjadi, tetapi bisa saja Eiji yang terlalu lemah hingga ia kalah adu energi saat bertatapan dengan pria itu. Sebab pantangan yang harus di jaga oleh pengguna Dark Eyes yaitu tidak boleh menyukai, mencintai seorang manusia normal selama hidupnya. Jika terjadi maka konsekuensinya ialah segala kekuatan Dark Eyes akan menghilang begitu saja.  Eiji sampai bingung menentukan fakta apa yang ia rasakan dan pikirkan saat ini. Antara suka atau hanya sebatas iba saja. Ia menggelengkan kepala seakan menyalahkan dirinya sendiri. Dan Satu-satunya untuk mengetahui wanita itu makhluk buas atau tidak ialah ketika umurnya genap dua puluh tahun. Karena jika telah mencapai usia itu, maka segala indranya akan meningkat otomatis juga drastis. Ia akan mengenali dari bau dan energi apa yang terkandung dalam setiap makhluk, dari itu manusia serigala dengan cepat bisa membedakan objek di depannya. Antara makhluk lain dengan yang lain, antara seekor hewan dan seorang manusia.  Eiji membatin “Mudah-mudahan aku masih bisa menjaga ikrar ku.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN