Dark Eyes

1041 Kata
Pada jam satu siang, ketika Eiji, Kayshifa dan Nicholas berjalan menuju kelas, tak sengaja Eiji melihat teman wanita bandit-bandit kampus tadi sedang berbicara serius dengan seorang pria berbadan tinggi dan besar. Eiji penasaran dan memantau mereka secara sembunyi di balik pintu kelas setengah terbuka. Meski Eiji tak mendengar pembicaraan mereka berdua, tetapi kelihatannya wanita itu seakan kebingungan menghadapi pria besar itu. Tangannya ia angkat memohon berulang kali, apalagi wajahnya tampak dari samping seakan menandakan ia akan menangis. Entah masalah apa yang sedang melilitnya.  Tetapi pria besar berpakaian serba hitam itu terlihat santai menanggapi wanita yang sedang memohon di depannya, ekspresi wajahnya datar tak menandakan ia iba terhadap wanita itu. Bahkan sesekali ia menggelengkan kepala dan menunjuk-nunjuk wanita itu bagai seorang raja memarahi Pengawalnya. Eiji semakin geram melihat sikap pria yang mengabaikan permohonan wanita itu, Sampai-sampai wanita itu membungkukkan badan dan bersujud padanya sambil menangis, tetapi pria itu sama sekali tak terlihat iba. Ia masih saja dengan sikap awalnya yaitu menggelengkan kepala.  Eiji seketika merasa iba. Seakan jiwa pahlawannya terpanggil dan harus berada di tengah-tengah untuk menyelesaikan masalah mereka. Setelah Eiji membuka lebar pintu kelas, bertepatan pula pria itu menunjuk ke arah pintu. Ia pun melihat Eiji dengan raut wajah geram ingin melangkah padanya. Tetapi apa yang terjadi? Seketika langkah Eiji terhenti ketika ia bertatapan dengan pria itu. Seketika pula bara api yang membakar semangatnya membantu wanita itu menjadi padam. Pandangannya menjadi buram, jantungnya berdetak kencang. Ia tak tahu apa yang terjadi dengannya, baru kali ini ia merasakan hal aneh menimpanya, hingga tubuhnya kaku tak bisa di gerakkan. Ia berkeringat dan mengeluarkan darah di hidungnya. Seakan pria itu bisa meluluhlantakkan lawan hanya dengan menatapnya.  Di tengah kebingungan dan melemah kondisi fisiknya, datang Kayshifa dari arah belakang, ia terkejut melihat Eiji gemetaran. Kemudian Kayshifa menarik tangan Eiji, dan langsung membawanya pergi dari kelas itu. Apa yang terjadi denganmu? Kata Kayshifa. Tetapi pertanyaan itu tak Eiji jawab, ia bagai di hipnotis oleh pakar dalam bidang itu. Mungkin jika ia tak di bebaskan dari jeratan pandangan pria tadi maka bisa saja ia lumpuh seumur hidup atau bahkan mati.  Nicholas kaget melihat Eiji di gotong lemah oleh Kayshifa, lalu ia berlari menghampiri mereka berdua. “Apa yang terjadi dengannya?” tanya pada Kayshifa. Namun tak ia jawab.  Semakin mereka melangkah ke ruang kelas, urat dan tulang Eiji seakan putus dan patah, terasa tak kuat ia melangkah. Lalu ia tumbang dan pingsan secara tiba-tiba. Tubuhnya bercucuran keringat padahal hawa di sekitar ruang telah aktif mesin pendingin. Suhu tubuhnya pun berbeda dari sebelumnya, dingin bercampur panas.  “Apa yang terjadi denganmu kawan?” tanya Nicholas resah sambil menampar pelan pipi Eiji.  “Apa kamu tidak melihat dia sedang pingsan. Cepat angkat dan bawa ke klinik terdekat,” pinta Kayshifa dengan tegas. Nicholas pun mengangkat Eiji dan membawanya ke klinik.  Selang tiga puluh menit, selesai perawatan medis di berikan pada Eiji, ia pun membuka mata. Kayshifa dan Nicholas langsung mendekatinya. “Apa yang terjadi denganmu Bro?” tanya Nicholas yang dari tadi penasaran. Kayshifa seketika bereaksi, ia meminta agar Nicholas menutup mulutnya sementara, nanti ketika Eiji merasa baik baru boleh bertanya. Nicholas pun mematuhi dan mengucapkan maaf pada Kayshifa.   “Aku juga tidak tahu, apa yang terjadi denganku. Tiba-tiba saja tubuhku tidak bisa di gerakkan ketika ingin melawan seorang pria besar di kelas tadi,” Sahut Eiji agak kesakitan. Mengetahui cerita singkat itu, Nicholas seakan berlagak sombong, katanya kenapa tak memanggil spesialis beladiri seperti dia. “Apa kemarin kamu lupa kawan, bahwa aku berhasil mengalahkan tiga pria sekaligus dengan tempo cepat.” Lanjutnya, “Tunjukkan aku pria itu kawan, biar ku tendang bokongnya.”  “Ketika kamu tergeletak sama seperti Eiji, kami tak akan membantumu. Sana pergi, kalau mau jadi sok jagoan. Lagi pula itu masalah dosen dan mahasiswa, jadi jangan ikut campur dan di bela itu urusan mereka,” ucap Kayshifa tambah marah pada Nicholas. “Oh. Jadi gara-gara wanita. Kamu ingin membantunya kawan? Tenang saja kawan, demi cinta akan ku bantu kamu mencincangnya,” ucap Nicholas sambil memainkan kepalan tangannya. “Nicholas tolong diam. Kalau tidak bisa diam mendingan keluar saja,” ucap Kayshifa berwajah geram.   Eiji kembali berpikir dan memejamkan matanya, siapa sebenarnya pria tadi? Selama ini tidak ada yang pernah mengalahkan tatapan mata Eiji, terkecuali memang dari bangsa manusia serigala itu juga hanya manusia Serigala tertentu yang bisa mengalahkan tatapan yang ia pelajari dari ayahnya beberapa tahun yang silam. Saat Eiji berlatih pada ayahnya belum pernah ja menemukan tatapan sekuat energi tatapan pria tadi, bahkan dari tatapan ayahnya sendiri, Eiji masih bisa menggerakkan badannya dan masih bisa melawan. Lain dengan pria tadi, bahkan ujung lidahnya saja tak bisa ia gerakkan ketika ia saling bertatapan.  Menurut ayahnya, hanya ada tiga jenis energi tatapan yang di juluki dengan nama Dark eyes. Kebanyakan penggunanya bukan manusia jelmaan kalangan rendah, tetapi semua itu di miliki oleh kalangan Alpha dan kalangan Beta. Tingkat rendah, daya efeknya hanya bisa membuat yang di tatapnya merinding takut, ini termasuk Eiji sebagai penggunanya. Tingkat sedang, yang di tatapnya akan langsung melemah, pandangan memburam, tetapi masih bisa di hindari dan bisa di lawan, penggunanya rata-rata dari kelas Alpha seperti ayah Eiji. Dan tingkat paling tinggi, seperti yang di rasakan Eiji saat ini. Seluruh tubuh kaku seperti patung dan merinding, pandangan buram, mimisan, kemudian pingsan. Hal itu jika ia bertatapan dengan kalangan Alpha tetapi ketika dengan kalangan biasa, maka yang di tatapnya akan mati seketika. Pengguna seperti itu biasanya memiliki tahta tertinggi dalam suatu kelompok besar.  Maka siapa pria tadi, apa jangan-jangan dia dari kalangan Alpha, namun dia dari kelompok mana? Karena untuk memperoleh kekuatan Dark Eyes ada beberapa jalan yang harus di tempuh. Untuk tingkat rendah, harus berhasil melawan lima manusia serigala di kegelapan malam. Tingkat sedang, lima belas dan tingkat tinggi lima puluh manusia serigala secara sendirian.  Usia 20 tahun jika di latih secara khusus maka akan menguasai kekuatan Dark Eyes tingkat rendah, ketika berusia 30 tahun biasanya baru menguasai tingkat sedang, baru ketika berumur 60 tahun akan menguasai tingkat paling tinggi. Jika tidak mengalami kebutaan karena selain menang dalam pertarungan juga berhasil menatap bulan Purnama dari terbit hingga tenggelam tanpa sebuah kedipan.  Eiji memang belum berusia dua puluh tahun, tetapi ia di paksa oleh ayahnya dan akhirnya berhasil melewati tahap pertama sewaktu di latih khusus oleh ayahnya. Dan itu bakat tersembunyi dalam dirinya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN