"Belum tidur Rin?" bisik Nara. "Nggak bisa tidur Kak.." jawab Airin juga berbisik. Sisil sudah terlelap dari tadi dan dengkuran halusnya sudah terdengar sejak satu jam yang lalu. Sisil sudah lelah seharian bekerja mondar mandir membantu para sipir membuka tutup kunci dari kamar ke kamar di Lapas yang luas, dia pasti butuh istirahat yang cukup, Airin dan Nara tidak ingin Sisil terganggu dan terbangun, itu sebabnya mereka merendahkan suara, bahkan berbisik bisik. "Kenapa? Ada masalah?" bisik Nara lagi, kali ini ia duduk dan menghadap ke arah Airin. Airin ikut duduk. Ia menghela nafas dengan gelisah. Terlihat raut wajah khawatir dari wajahnya meskipun setengah mati ia sembunyikan. Tapi Nara tau hanya dari sorot mata dan helaan nafasnya. "Nggak apa apa Kak, cuma sedikit kepikiran soal sid
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


