mimpi bertemu Alin

1241 Kata
deg... " Alin... kamu Alin anak ayah kan...?" ucap johan widjaya memeluk erat tubuh Elin. ia juga menangis dalam pelukannya. Elin sekali lagi di buat bingung. ia tak membalas pelukan sang ayah Arka. ia hanya mematung tapi... ia merasakan kasih sayang yang tulus dari seorang Ayah. " ya alloh... rasa ini belum pernah Elin rasakan. rasa nyaman dalam pelukan sang Ayah untuk anak nya. sebenarnya ada apa dengan semua ini...?" beberapa menit kemudian, johan widjaya tersadar... bahwa anaknya sudah lama tiada. ia pun melepas pelukan untuk Elin. " maaf nak, Ayah terbawa suasana... kamu sebenarnya siapa...?" ucap johan sambil mengusap sisa air matanya. " duduklah... ceritakan semua kepada kami El. tentang jati dirimu, kamu ini sangat mirip dengan Alin. kami yakin... kalau kamu ada hubungan darah dengan keluarga widjaya..." Arka menuntun Elin untuk duduk di sofa. " jadi... kakak keluarga widjaya...?" " kenapa kamu bertanya seperti itu...?" " Elin pernah mendengar dari penuturan ibu angkat ku. mama monica..." jederrr... suara guntur yang sangat keras terdengar, seolah olah kebenaran telah terungkap. " jadi... kamu yang bernama Elin Monica?" tanya johan. " iya pak... dia mama angkat ku, yang hanya mau aku kerja dan kerja. Elin kabur dari rumah sesaat akan di jodohkan dengan salah seorang mafia yang di kenal kejam. papa dan mama angkat ku akan menjual ku kepada mafia tersebut... " ucap Elin sambil terisak. " bangsat... ternyata ini yang ia rencanakan. padahal jelas jelas... dia yang sering meminta banyak uang untuk bulanan kamu..." johan terlihat marah, ia memukul sandaran tangan yang ada di sofa tempat duduk nya. " maksud Ayah apa...? sepertinya Ayah menyembunyikan sesuatu..." tanya Arka penuh selidik. " dulu... Ayah mempunyai adik sepupu perempuan. dia sudah lima belas tahun tapi belum juga di berikan keturunan. hingga kabar bunda hanum yang hamil anak kedua terdengar ke telinga Monica. adik sepupu ayah" " ia datang... memohon untuk memberikan anak yang bunda kandung. tentu saja bunda enggan memberikan anak yang tengah ia kandung." " monica selalu membantu bunda, mengantar nya kemanapun. ia wanita yang pandai mencuri hati. bundamu merasa nyaman bersama nya. hingga waktunya kontrol buat USG kandungan. di sinilah awal mulanya perjanjian itu di buat." " ternyata... bunda mu mengandung anak kembar Arka..." " tunggu.., jangan bilang...kalau Elin ini kembaran dari Alin yah..." tanya Arka sambil menebak. " yah... dia adalah kembaran dari Alin Ar..." johan berucap sambil menatap lurus kedepan. " lalu... apa isi perjanjian tersebut...?" Arka kembali bertanya. Elin masih terlihat bingung dengan kejadian yang selama ini menimpa nya. awal nya ia merasa anak yang kurang beruntung karena di asuh oleh orang tua yang selalu mementing kan materi. hingga Elin lah yang selalu banting tulang menghidupi keluarga angkat nya. sampai sampai ia akan di jual oleh orang tua angkat nya. ia kabur dengan berbekal nekat. Elin tidak punya tujuan, di kota ia tidak tahu harus kemana. pada saat itu ia bertemu dengan Arka dengan menolong nya yang menjadi korban tabrak lari. dari sanalah semua teka teki mulai terkuak. " kakak...jadi,kak Arka adalah kakak kandung ku? tapi...kenapa harus caranya seperti ini kak... hiks... hiks... lalu kenapa Alin bisa meninggal kak... hiks... Elin sungguh sedih tidak dapat berjumpa dengan baik baik saja. di saat salah satu dari kami sudah kembali kepada sang pencipta... hiks..." Elin merasa sedih ia menangis sesenggukan dalam pelukan Arka. di satu sisi ia bahagia bisa berjumpa dengan kelurga kandung nya. di lain sisi, ia harus rela memerima kenyataan bahwa Alin sudah tiada. " kamu yang sabar El, mungkin sudah takdir nya kalian di pertemukan seperti ini. ayo... kakak antar ke kamar Alin. kamu tidur di sana aja yah...?" " yah... Arka antar Elin istirahat dulu yah? nanti Arka balik lagi ke sini. Ayah masih belum kelar menjelaskan nya..." Ayah mengangguk begitu pun dengan Elin, lalu Arka mengantar Elin menuju kamar Alin. sesampai di depan kamar Alin. Arka merasa ada yang meniup telinga nya. seketika bulu kuduk nya merinding... " kak... kakak kenapa...?" " tidak... kakak tidak kenapa napa kok El... masuk lah, kakak harus menanyakan kembali perjanjian apa yang telah di buat Ayah dengan Monica ibu angkat Elin" sesampai nya di kamar Alin, Elin duduk di pinggir ranjang empuk milik Alin. ia mengedarkan pandangan nya keliling ruangan yang cukup besar untuk kamar pada umumnya. " kamu istirahat sini aja yah, kamu keliatan capek banget. maafin kakak yah... yang udah maksa buat berkunjung ke rumah ayah... El... kamu ngga apa apa kan...?" " kakak tinggal dulu ke bawah, kalau kamu butuh sesuatu... tinggal panggil mbok parmi aja oke..." ucap Arka melihat Elin yang merasa lelah karena dari tempat kerja langsung menuju rumah utama keluarga widjaya. Elin merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk milik Alin. beberapa detik kemudian, ia sudah terlihat terlelap. di lantai dasar, Arka dan johan widjaya sedang berbincang mengenai kembaran Alin. siapalagi kalau bukan Elin. " kok, kamu bisa ketemu Elin sih Ar. terus... kenapa kamu bisa yakin, kalau Elin itu kembaran dari Alin...?" tanya johan kepada Arka. " awal nya, Arka tidak sengaja menolong orang tabrak lari yah. pas aku angkat tubuh Elin yang sudah tak sadarkan diri... wajah nya terlihat seperti Alin yah..." " untuk yang kedua kalinya, saat Elin membutuhkan donor darah. yang ternyata golongan darah nya sama dengan golongan darah ku yah..." Arya menceritakan kronologi awal nya bertemu dengan Elin. " wah... seperti nya ini sudah di rencanakan oleh alloh..." nampak johan menghela nafas panjang untuk mengingat saat di mana hanum melahirkan anak kembar nya. " yah... Arka masih penasaran dengan isi perjanjian yang ayah buat bersama tante monica. sebenarnya apa yang terjadi...?" tanya Arka sambil serius memandang wajah johan yang sudah tak muda lagi. " isi perjanjian itu... adalah... kembaran Alin yang kami beri nama Elin. yang akan di asuh oleh monica. nama widjaya di hapus dari nama Elin, tapi di ganti dengan nama nya. tadinya Ayah tidak setuju. tapi... lagi lagi... monica meyakinkan bunda mu..." johan menarik nafas panjang menjeda perkataan nya. " ia berkata, Elin ngga akan jauh dari tempat tinggal nya. tanpa kita sadari, ternyata monica merencanakan sesuatu.ia ingin membangun bisnis pribadinya dengan hasil rampasan uang jajan Elin. yang selama ini ayah kirimkan" " tapi... pada kenyataan nya, ia malah jauh dari jangkauan kami. selama bertahun tahun, kami mencari keberadaan monica. tapi... sepertinya monica sengaja menutup akses untuk kami mencari keberadaannya..." johan menjelaskan dengan tenang, dan pandangan lurus kedepan. di kamar, nampak Elin tertidur dengan gelisah. entah apa yang ia rasakan, ia sesekali memanggil nama Alin. " Alin... jangan pergi lin... Alin... Alin..." Elin mengigau memanggil nama Alin. tanpa di sadari, sebenarnya Alin sudah berada di sisinya. duduk mengamatinya yang tidur dengan gelisah. Alin mengusap lembut wajah Elin. Alin hadir dalam mimpi Elin yang sedang memanggil nama nya. " El... akhirnya kita ketemu di sini. maaf kan Alin, karena harus bertemu di saat kita tak lagi bisa bersama... kita sudah beda alam El..." ucap Alin dengan sedih " ngga Alin, kita ini satu... kita tak pernah di pisahkan. kamu ngga boleh berkata seperti itu. ayo... kita berjanji untuk saling menjaga..." Elin mengulurkan jari kelingking nya. Alin mengikuti apa yang di contohkan Elin. hingga jari mereka saling bertaut. Alin merasa bahagia, akhirnya ia bisa menyentuh kembaran nya. mereka saling berpelukan. hingga menangis dalam mimpi Elin. Elin bertemu dengan Alin dalam mimpinya, tapi... itu terlihat nyata. saat terbangun dari mimpinya. jarinya masih bertaut di jari kembaran nya Alin. Elin menutup mulut nya tidak percaya dengan keajaiban yang nyata di depan matanya. Alin ikut dalam dunia nyata. ia memeluk Alin sambil menangis. lagi dan lagi mereka saling berpelukan. rasa rindu yang sudah bertahun tahun ia pendam. akhirnya bisa ia tuntaskan dengan memeluk Alin kembaran yang kini sudah beda alam.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN