Jika saja awan dapat berkata ,ia akan memberi tahu mu seberapa banyak air mata ku yang berubah menjadi uap air di awan karena mencintai dan di khianati oleh mu
Ailien
Mencintaimu bagai menyusuri jalan yang tak berujung tetapi aku tetap bahagia menikmati perjalanan yang tetap beralamat ke padamu
Rachel
Ig: yang terdalam
______________________________________
Ailien pov
Aku mematut diriku didepan cermin..sambil melihat pantulan diriku yang memakai kebaya putih modern dengan riasan renda renda yang kelihatan cantik dan elegan, semua orang pasti berpikir aku adalah seorang wanita yang sangat beruntung dengan di nikahi oleh seorang ceo perusahaan yang terbesar se-asia bahkan koneksinya sudah sampai seluruh dunia bahkan tidak sedikit orang yang mengatakan kalau kami adalah pasangan yang serasi dan sempurna tetapi dibalik semua itu orang orang tidak tau perasaan ku saat ini bukankah orang orang selalu menilai dengan tampilannya
Perasaan ku saat ini putus asa,kecewa ,dan marah
Putus asa? Iya karena semua perjuangan ku selama ini sia sia
Kecewa? Kecewa dengan takdir yang selalu mempermainkan ku..mempertemukan,memisahkan lalu dipertemukan kembali
Marah? Marah kepada mom yang bisa bisanya menjodohkan ku dengan seorang yang arogan seperti rachel tapi apalah daya aku tidak mungkin marah dan kabur tidak mom adalah satu satunya orang tua yang ku punya ayah? Dia pergi bersama perempuan lain sejak umurku 8 tahun dan aina 6 tahun sejak itu dia tidak pernah kembali lagi..saat itu mom mati matian bekerja untuk membiayai hidupku dan aina dan hal itu lah yang membuat ku sangat membenci laki laki dan menutup seluruh pintu hatiku hingga datanglah rachel dengan segala senyum dan pesonanya pembawaan yang hangat dan ceria membuatku dengan mudah berteman dengannya sampai kejadian itu ya kejadian yang membuatku hatiku hancur berkeping keping dan sulit untuk disatukan lagi hingga takdir mempermainkan ku dengan jahat dengan membuatku harus menikah dengan orang yang sangat ku benci bila ada orang yang bertannya apakah aku masih mencintai rachel jawabannya adalah iya tapi kebencianku lebih besar dibandingkan cinta.....
*****************
Author pov
" ailien kamu udah siap?" Tanya ibu ailien sambil berjalan mendekati
ailien
"Sudah mom" jawab ailien seadanya
Aku memang sudah siap secara fisik bukan hati mom
"Kamu marah ya?" Tanya ibu ailien dan dibalas dengan gelengan
Ibunya ailien menghela napas berat
" yaudah ibu cuma ngingetin kewajiban seorang istri adalah selalu mematuhi dan menemani suaminya dalam situasi apapun dan menjalankan kewajibannya seperti memasak,mengurus rumah dan memberikan hak "itu"" terang ibu ailien.ailien pun merona malu sesungguhnya dia bukanlah seorang yang sangat naif yang tidak tau dengan kata "itu" dia pasti tau kalau ibunya menjurus ke arah pembicaraan yang berbahaya
" iya mom ailien tau kok" ucap ailien spontan takut kalau ibunya akan membahas hal "itu" lebih jauh
"Tapi kamu mau kan melaksanakannya?" Tanya ibu ailien penuh harap
" insya allah ailien akan laksanakan" jawab ailien kecuali hal " itu" mom ailien tidak bisa
"Ya sudah ayo kita ke tempat rachel kayanya ijab kabul udah selesai tu" ucap ibu ailien sambil menggiring ailien
Ailien pun berjalan menuju tempat rachel semua mata tertuju kepada ailien dan membuat ailien sangat resah dia bahkan bertanya tanya tanya apakah make upnya terlalu menor seandainya tangan ailien di sebelah kanan nggak di pegang oleh ibunya ailien pasti akan kabur dari tempat itu ....sedangkan rachel dia hanya senyam senyum nggak karuan saat melihat ailien yang menanngung malu seperti ini
"Awas aja lo mr.cold nanti malam tidur di kandang kucing" bathin ailien geram sambil menatap tajam rachel
***************
Setelah selesai acara ijab kabul dan resepsinya ailien dan rachel pun ke pergi ke pesta yang di adakan temannya ailein dalam rangka perpisahan ailien terdengar lebai memang tapi begitu lah
"Sudah gue bilang jangan memakai pakaian itu tetapi lo tetap ngotot"
Ucap rachel kesal saat mereka sudah sampai di pesta...
bagaimana tidak kesal saat ini ailien memakai dress panjang sampai menutupi mata kaki terlihat sopan memang tetapi bagian bahunya yang sengaja mengekspos bahu mulus ailien belum lagi dengan kulitnya yang putih s**u dan sehalus sutra hingga membuat para singa singa lapar bangun mereka bahkan tidak segan segan menatap ailien walau rachel sedang berada disisinya
Baru juga mau masuk bagaimana kalau sudah masuk lama lama bisa jantungan sendiri gue melihat istri ditatap seperti itu
"Ihhh apa an sih..lepas gak!!!" ucap ailien saat merasakan tangan rachel memeluk pinggangnya dengan posesif
"Gak" tegas rachel dan mengeratkan pelukannya " kalau lo nggak diam kita pulang"
Ailien pun diam saat mendengar ancaman dari rachel bukannya kenapa kenapa ailien memang sengaja datang ke pesta yang di adakan temannya walaupun kaki dan badannya sudah sangat penat karena berdiri seharian dan memberikan senyuman kepada para tamu alasannya cuma satu rachel pasti minta yang nggak nggak kepada ailien saat mereka sedang berduaan
"Ai,kita pulang ya...please" mohon rachel
"Nggak lo aja yang pulang gue masih mau disini" ucap ailien sambil berlalu meninggalkan rachel
"Nasib dimana mana kalau firs night itu beduan dengan pasangan lah ini malah kepesta yang nggak penting" bathin rachel kesal
"woy mr.cold cepetan jalannya malah bengong" teriak ailen.rachel pun tersadar dari lamunannya dan berjalan mendekati ailien
Ailien dan rachel pun berjalan memasuki pesta.saat mereka baru memasuki pesta sudah banyak mata para laki laki yang mematap ailien tanpa berkedip sedikitpun bahkan para anak abg pun menatap ailien tanpa berkedip hal itu lah yang membuat rachel resah dan memeluk pinggang ailien dengan posesif kembali..merasa pinggangnya dipeluk ailien pun ingin protes tetapi tidak jadi saat mendengar ancaman dari rachel lagi
"Diam atau lo gue seret pulang disini saat ini juga!!!!" Ailien pun memutar mata jengah mulai dari dulu rachel adalah seorang yang sangat tidak suka kalau punya nya dilihat apalagi dipegang orang lain dan ancamannya tidak main main
"Sial,gue kena ancem lagi baru 1 hari nikah ehhh belum 24 jam juga sih tapi sudah mendapat 2 ancaman apalagi sudah lama bisa bisa gue jadi tahanan rumah sakit jiwa dengar ancaman dan celoteh rachel tiap hari" bathin ailien jengah dan membiarkan tangan rachel tetap memeluk pinggangnya posesif
bukannya ailien tidak tau resiko apa yang akan didapatnya kalau dia memakai pakaian seperti ini..cuman dia sudah biasa mendapat tatapan seperti ini dan hello ini party bukan acara pengajian yang harus memakai syar'i atau pakaian yang sangat tertutup...menurut ailien selama masih dalam hal yang wajar wajar dia tidak keberatan bahkan masih banyak perempuan diluar sana yang memakai pakaian yang lebih minim dari ailien toh pakaiannya juga masih sopan bahkan sangat sopan cuma di bagian bahunya saja yang terekspos bebas tapi ayolah rachel bertindak yang berlebih lebihan
"Nyonya prasaja kenapa anda melamun mikirin yang "itu" ya,kalau benar ya udah kita pulang dan lakuin..mana ada orang malam pertama jalan jalan ke pe-...awww" goda rachel dan mendapat satu jitakan keras dari ailien
"Pikiran lo ngeres banget ya...kalau lo mau ya lakuin sendiri aja atau sama kucing juga nggak papa" ucap ailien ketus
*****************************