"Mbak bisa lebih dekat lagi nggak aduh..."ucap fotografer frustasi
Sudah berkali kali fotografer menarik tangan ailien untuk lebih dekat ke rachel karena sedari tadi ailien terus menolak untuk lebih dekat lagi
Gila aja,emangnya gue mau dekat dekat dengan mr.cold ini ihhh
"Ayolah ailien..kamu mau ya pemotrettan nya nggak selesai selesai..atau..ehm.kamu mau lama lama dekat aku ya..aww"ucap rachel sambil tersenyum menggoda ke ailien dan mendapat satu jitakan keras dari ailien
"Mimpi aja,siapa yang mau dekat dekat sama lo"ucap ailien sarkatis
"Aduh kaka kenapa kalian malah bertengkar apa nggak malu dilihatin orang banyak tu" teriak aina frustasi
Ailien yang mendengar teriakan adiknya langsung meyusuri pandangannya ke seluruh ruangan dan damm
Sumpah..orangnya banyak banget aduhh ini foto prewed atau pernikahan ya
"Aduh mrs.prasaja mukanya jangan gitu dong malu ah dilihat orang banyak"ucap rachel sambil menarik ailien lebih dekat
"Diam lo!!!"ucap ailien dan mulai mendekat ke rachel
"Nah gitu dong kan lebih dapat chemistrinya"ucap fotografer dan mulai mengambil foto ailien dan rachel
"Nah sekarang kalian berpelukan"ucap fotografer lagi sambil tersenyum dan mendapat pelototan dari ailien
"Apaaa..nggak mau emang ada yang kaya gini"teiak ailien
"Aduh sayang nurut aja atau kamu mau aku cium disini juga"ancam rachel sambil berbisik dan membuat ailien menenggang akhirnya dia pun pasrah
*************
"Sedikit lagi.....dan selesai"ucap fotografer setelah berhasil mengambil potret terakhir "setelah ini kalian langsung ke tempat selanjutnya aja ya"
"Iya makasih ya pak"ucap rachel sambil berjabat tangan dengan fotografer itu dan ailien wanita itu jangan ditanya dia selalu saja memasang wajah cemberutnya hingga membuat rachel terkekeh melihatnya,rachel tau kalau ailien sudah sangat bosan tapi mau bagaimana lagi....
bila ada seseorang yang menanyakan apakah dia bahagia disamping ailien maka jawabannya dia sangat bahagia walau mendapat perlakuan kasar dari ailien tetapi rasa cinta rachel tidak pernah berkurang sedikitpun dan dia TIDAK AKAN PERNAH MELEPASKAN AILIEN
Tek..tek..tek..(anggap suara hujan)
"Yah hujan bagaimana mau ke mobilnya rachel ?"tanya ailien saat mengingat seberapa jauhnya rachel memarkir mobil tadi kalaupun mereka menerobos derasnya hujan sudah pasti pakaian yang dikenakannya basah kuyub
"Ehm..lo pakai jaket gue aja kalau gitu"jawab rachel sambil melepaskan jaketnya dan meletakkannya di badan ailien
"Nggak mau pasti lo basah kuyub"tolak ailien
"Lalu bagaimana??"tanya rachel dan membuat ailien berpikir sebentar
"Ehm..jaketnya kita pakai berdua aja" jawab ailien dan di jawab anggukan oleh rachel
"Ayo"ucap rachel sambil merangkul ailien lebih dekat dan mereka pun akhirnya menerobos lebatnya hujan
Mobil rachel pun berhenti di depan sebuah gedung besar dan sangat tinggi dan membuat dahi ailien menyeringit seperti dia pernah datang ke kantor ini tapi kapan??
"Ini kantor gue kita prewed nya disini aja" ucap rachel seakan tahu apa yang dipikirkan ailien,dasar cenayang ailien pun menolehkan kepalanya oh pantas kantornya rachel
"Ayo"ajak rachel dan langsung menarik tangan ailien
*********
"Nggak!!! Gue nggak mau harus ngelakuin itu" tolak ailien keras bagaimana tidak ailien diminta untuk memeluk rachel dan rachel mencium kening ailien dengan latar sunset sedangkan rachel?? Pria itu hanya senyum senyum dan membuat ailien sangat muak melihatnya
"Gue bunuh aja kali ni orang ?"bathin ailien
"Maaf,mbak ini sesuai dengan perintah ibu anda" terang fotografer itu bastrad!!!!
apalagi cobaan yang diberikan ibunya ke ailien
"Terima aja"ucap rachel dingin aneh
Akhirnya ailien pun menerimanya dan membuat rachel tersenyum licik,mungkinkah ada undang di balik batu??..mungkin saja
"Nah,selesai makasih ya mbak"ucap fotografer itu dan berlalu pergi meninggalkan ailien dan rachel setelah menyelesaikan pemotrettannya
"Lepas!!"perintah ailien karena rachel masih saja erat memeluk pinggangnya dan membuat jarak antara mereka begitu dekat
"Boleh tapi..."ucap rachel sambil mendekati muka ailien hingga membuat muka ailien merah sekali "lo harus cium gue dulu" ailien pun membulatkan matanya sepertinya rachel udah nggak waras
"Nggak"
"Yaudah"
Cup
Ailien pun kembali membulatkan matanya saat sesuatu yang kenyal menubruk bibirnya manis dingin bathin ailien dan rachel terus saja mencium dan melumat bibir ailien dengan lembut dan tidak ada penolakan dari ailien tetapi malah membalasnya seketika membuat rachel tersenyum di sela sela ciumannya
"Ciee...kaka" teriak aina saat melihat adegan kakanya dan disamping aina,adelio hanya bisa geleng geleng kepala dan membuat ailien melepaskan pelukannya dengan rachel
"Belum muhrim !!tapi nggak apa apa juga sih kan bagus jadi gue sebentar lagi jadi paman "ucap adelio menggoda hingga membuat ailien dan rachel salting
"Sial!! Bisa bisanya gue terpedaya" bathin ailien kesal sambil meninggalkan mereka semua dengan muka melongo melihat kelaluan ailien
"Sayang tunggu aku"ucap rachel lebay dan membuat aina dan adelio tertawa
"Antar gue ke mini market,sekarang!!!"ucap ailien saat mereka sudah memasuki mobil
"Emang mau apa??" Tanya rachel tanpa menatap muka ailien oh seandainya saja rachel menatap muka ailien pasti rachel akan tertawa terbahak bahak saat melihat muka ailien yang sangat merah
"Ehm..anu..."jawab ailien ragu,rachel mendongakkan kepalanya dan damm dilihatnya lah sudah rachel yang mengetahui apa maksud ailien langsung tertawa keras
"Hahaha..jangan bilang kalo lo lagi kedatangan tamu bulanan" tawa rachel
"Ihhh..diam nggak,antar gue sekarang juga"bentak ailien
"Eh..iya iya nyonya prasaja"ucap rachel sambil mengerling ke arah ailien pantas dia galak banget kalo tamu bulanannya lagi datang
***********
"RACHEL RADMILO PRASAJA!!!!"teiak ailien takut...ya setelah ke mini market tadi mereka ingin makan di restoran tetapi entah kena angin apa rachel malah membawa ailien ke taman hiburan atau lebih tepatnya rumah hantu
"LO TAU NGGAK KALAU GUE TAKUT HANTU.....AAAAAAA" teriak ailien lagi saat dirinya melihat beberapa hantu "mainan" seperti pocong dan kuntilanak berada disekelilingnya
"Tau!!,tapi kita kan mau makan" ucap rachel sambil merangkul pinggal ailien
"Tapi mana ada restoran ada hantunya??"tanya ailien takut
"Ya itulah keunikan restoran ini sayang,kita akan melewati rumah hantu ini dulu dan setelah selesai kan kita banyak menguras energi jadi kelaparan makanya di ujung lorong itu restorannya,kamu percaya aja sama aku...atau...bila takut kamu mau aku gendong hah..."terang rachel tetapi malah mendapat pelototan dari ailen dan mereka pun tetap melanjutkan perjalananya walau ailien sesekali berteriak saat tiba tiba kuntilanak berada dihadapannya
"Wah,restoran ini mewah banget,romantis lagi"kagum ailien saat mereka memasuki pintu restoran
"Makanya aku nggajak kamu kesini"ucap rachel
"Terkadang gue-elo terkadang aku-kamu plin plan banget"bathin ailien saat mendengar apa yang diucapkan rachel barusan
Ailien dan rachel pun berjalan memasuki restoran sesekali ailien menolehkan pandangannya ke penjuru restoran sambil mengaguminya tetapi saat ailien mengaguminya dia teringat sekelebat bayangan masa lalu yang sangat menyakitkan
"Kenapa ingatan itu datang lagi"bathin ailien saat dia mengingat saat dimana dirinya di tembak rachel pertama kali dan semua itu hanya kebohongan itu sungguh menyakitkan
"Silahkan duduk my princess"ucap rachel sambil menarik salah satu kursi untuk ailien
"Bisa saya catat makanannya"ucap seorang waittres menghampiri ailien dan rachel
"Kamu mau makan apa ai ?"tanya rachel sambil melihat lihat ke buku menunya
"Sama lo aja"jawab ailien singkat dan membuat rachel mengerutkan keningnya tidak biasanya diam
"Oke..mbak saya pesan pizza vegetablenya dua minumannya mocca latte aja"ucap rachel
"Baik tunggu sebentar ya"ucap waittres genit dan berlalu
"Lo baik aja ai"tanya rachel sambil mengenggam tangan ailien
"I'm fine"ucap ailien badan gue emang baik tapi hati gue nggak rachel
"Kalo gitu ayo makan" ajak rachel saat melihat kalau makananya sudah datang dan ailien hanya mengangguk pasrah
*************