Luka Hati yang Menganga

1671 Kata

Sakit! sakit sekali rasanya hati ini. Pernikahan yang aku idamkan berakhir bahagia, ternyata harus hancur kembali. Lebih dasyat dan menyayat hati. Remuk redam entah berbentuk apa? Suami yang aku kira sedang belajar untuk melupakan wanita di hatinya, ternyata bukan hanya sekedar itu. Dia memandang sangat rendah harga diriku. "Apa salahku di masa lalu ya Allah? hingga takdirku sepait ini!" aku berteriak dalam hati. Suamiku dengan terang-terangan kaget saat melihat noda darah pada sprei. Ucapan maaf terucap dalam mulutnya tapi ... hati ini tentu sudah terlanjur sakit! Apalagi ... sebelum melakukan hal yang sakral itu, dengan entengnya mengatakan jika aku sangat mengharapkan hal itu karena .... Ah! sudahlah. Sangat sakit jika aku harus mengingat awal Azmi menyentuhku. Disamping mengucapka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN