Luka Dalam

1264 Kata

Aku memilih membisu saat dia mulai mengelar dan membersihkan kasur tipis itu dilantai. Meraih satu bantal yang ada di ranjang, kemudian langsung merebahkan diri. Aku masih tak percaya, pernikahan ini ternyata tak jauh beda dengan pernikahan yang pertama. Bahkan terasa lebih menyakitkan saat suami yang telah mengikrarkan janji suci pernikahan, tak mampu menyentuh hanya untuk melakukan kewajibannya. Apa mungkin dia lemah atau hanya karena di hatinya masih ada sosok wanita lain? Aku menghela nafas berat. "Tolonglah bertindak seperti pengantin baru besok pagi!" ujarnya yang membuat aku tengah melamun tersontak. Ia menongolkan kepalanya saja. "Iya," jawabku datar. Gegas ia kembali merebahkan diri. Aku juga memilih menarik selimut dan berusaha memejamkan mata. Rasa kantuk entah pergi kem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN