Dengan hati dongkol aku pulang kerumah, nafsu makan lutisan yang menyegarkan hilang seketika. Sepertinya mau datang bulan, karena begitu nafsu pada hal yang pedas dan segar. Mungkin Ibu sedikit heran karena aku masuk dengan kesal. Menghentakkan kaki ke lantai. "Dasar biang gosip! sukanya cari berita buat di goreng mentah-mentah. Harusnya orang seperti dia di kasih pelajaran biar kena batunya. Sekarang hal mudah untuk membuat tukang gosip masuk penjara!" Aku ngedumel, bagaimanapun sebenarnya aku sangat kesal atas apa yang tadi Sisil katakan. Apalagi membawa masa laluku yang sebenarnya juga tak benar. Siang berganti sore, selepas mandi aku sudah bersiap-siap untuk menunggu di jemput Azmi. Tentu untuk menginap disana. Setelah ashar baru mobil Azmi terdengar. Aku langsung keluar dan meny

