Persiapan

1917 Kata

Aku memilih salat, di lemari sudah tersedia handuk, perlengkapan mandi juga mukena. Mungkin karena memang kamar ini benar-benar di peruntukan tamu. Setengah jam kemudian aku keluar, kulihat Bi Nur yang tengah melintas. "Eh, Mbak Intan sudah keluar? baru aja Bibi di suruh manggil untuk makan malam!" Bi Nur berkata dengan sopan. Aku justru mengaruk kepalaku yang tak gatal. Bagaimana aku mau pulang? sedangkan sekarang sudah di suruh makan bersama. Padahal baju sudah bau keringat. Walau sudah mandi karena tak ganti baju, jadi membuat terasa masih risih. Aku tak mungkin menolak. Bagaimanapun, rasanya tak enak jika sudah di tawari makan malah pamit pulang. Akhirnya aku kembali meletakan tas di kamar. Kemudian mengikuti Bu Nur menuju ruang makan yang sudah ada Azmi dan Umi. "Assalamualaikum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN