Dengan telaten Wiwi dan Shinta membuka kado yang cukup kuat perekatnya. Aku tetap tenang, walau hati menebak-nebak apa isi didalam kado tersebut. Barang berhargakah? Atau seseuatu yang mengingatkan tentang hubungan kita dulu? Ah! Terlalu naif. Doni bukan tipe laki-laki romantis. Ia cukup cuek namun memang cukup loyal terhadap sang pacar. Pacar tapi, entah kalau sama istri? "Astaghfirullah!" ujar Shinta saat berhasil membuka kado dari Dodol. "Apa isinya?" aku langsung membungkukkan badan. Mencoba melihat isinya. Ternyata berisi hal yang membuat malu. Bagaimana bisa dia memberikan aku kado beberapa bungkus Sutra dan tisu mejic. Ngga perlu di jelaskan bukan sutra itu apa? "Ih! menjijikan, buang saja sana! dia kira kita membutuhkan hal semacam itu? ueeekkk!" aku merasa mual. Bagaimanap

