"Kamu jangan keterlaluan bisa nggak? Apa yang mereka katakan benar, anak kita memang memiliki keterbatasan. Kita harus menerima kenyataan itu dengan lapang. Kamu tidak lihat kepala Hero sampai memar seperti itu? Bukannya menegur Ariel kamu malah menambah memar di tubuhnya?" "Kamu pikir aku sudi tinggal dengan mereka yang telah merebut kebahagiaanku? Tidak sudi! Sudah bagus aku tidak menjadi gila dan membunuh mereka!" Teriak Sofia seraya melempar lampu tidur yang ada di dekatnya. "Aku lelah sekali dengan sikap kekanakanmu ini!" "Kamu bilang aku kekanakan? Istri mana yang tidak hancur harus berbagi suami dengan wanita lain?" "Bukankah aku sudah memberimu pilihan? Bercerai, atau menerima Diandra?" "Wahh, kamu benar-benar sudah dibutakan oleh wanita itu? Aku tidak akan melepasmu, tidak ak

