"Bagus! Kamu juga ingin mengambil hati Ariel dariku?" ujar Sofia dengan nada tajam, sorot matanya menusuk ke arah Ariel yang sedang sarapan bersama Diandra. Tanpa menunggu jawaban, Sofia menyeret Ariel dengan teriakan histeris yang memecah keheningan pagi itu. Ariel terkejut dan bingung, mencoba menolak dengan lembut. Hal itu membuat kebencian dalam diri Sofia terus memuncak. "Kamu harus mengerti, Ariel! Ibu kamu itu aku, bukan dia! Diandra itu hanya w************n yang suka sekali merebut milik orang lain! Termasuk ayahmu!" serunya, sambil terus menarik telinga Ariel dengan kasar, berusaha memaksa bocah itu untuk patuh padanya. "Jangan kasar Sofia, aku hanya memberinya sarapan. Aku berusaha membuat mereka akrab agar tidak terjadi pertengkaran lagi. Agar tidak ada keributan dan kesalahpa

