"Alam tidak terburu-buru, namun semuanya bisa tercapai." - Lao Tzu Tulisan Andre membuatku berpikir. Ternyata, Tuhan masih menutupi keburukanku di mata teman-temanku. Meskipun jelas mereka tahu aku tidak rutin beribadah, tetapi mereka tetap berteman denganku. Meskipun mereka tahu orangtuaku berpisah, mereka tidak memandangku dengan tatapan aneh. Sudah seharusnya aku bersyukur memiliki teman-teman tanpa tendensi lain begini. Entah di mana atau pada buku apa, aku pernah membaca bahwa teman-teman kita adalah cermin diri kita. Alangkah malunya mengingat aku dekat dengan Andre yang rajin ke gereja setiap hari Minggu pagi. Ia juga aktif di organisasi pemuda gerejanya. Banyak kakel PA tetap rutin menjalankan salat meskipun kami dalam perjalanan ke puncak. Bagaimana denganku? Dikelilingi ora

