(Catatan Todd) Untuk menenangkan diri, aku kembali ke lab. Al sudah bangun. Ia terlihat gelisah di ruangannya. Ia melangkah bolak-balik tanpa tujuan. “Kamu kenapa?” tanyaku. Al berhenti bergerak, lalu menatapku. “Apakah normal bermimpi tengah bersama seorang perempuan?” Kuteliti wajah Al. Menyadari jenis tatapanku, ia menunduk. Telinganya memerah. “Hey, semua laki-laki akan mengalaminya. Kamu bukan anak-anak lagi, Al. Itu mimpi yang benar-benar normal.” “Kamu juga mengalaminya?” “Untuk kali pertama, ya, beberapa tahun yang lalu. Aku sendiri tidak bisa mengingat kapan terjadinya dengan jelas.” “Apa setelah itu kamu baik-baik saja?” “Aku masih bicara denganmu saat ini. Apa aku terlihat aneh?” Al mengangkat bahu. “Apakah seseorang yang bersamamu dalam mimpi itu menunjukkan

