(Catatan Todd) Kita mendaki gunung, agar kita bisa melihat dunia ini terbentang luas. Bukan sebaliknya, agar dunia melihat kita. ~ Tere Liye “Teknik penolakan yang sadis,” ucap Lez saat kami bertemu di laboratorium. Aku hanya bisa tersenyum tipis. “Lebih baik jujur walau itu menyakitkan.” “Kita tidak tahu Rea selamat atau tidak. Setidaknya, kamu bisa mengisi waktu selagi kalian tidak ada kejelasan.” “Itu tidak terdengar seperti nasihat seorang teman yang paling dekat dengan kami.” Lez tertawa sambil menepuk punggungku. “Yahh, Al. Mari kita beri pertapa ini waktu untuk dirinya sendiri. Aku yakin, kita ada atau tidak di sini tidak akan ada artinya bagi dia selagi dia belum mendapatkan jalan agar Rea kembali.” Lez mengajak Al pergi. “Segera bawa Rea kembali, Todd. Aku merinduk

