Sorenya, aku dan Todd berboncengan motor menuju lokasi sparing. Teman-teman ekskul basket sudah menunggu di sana. Banyak anak lain yang sengaja datang untuk melihat debut Todd. “Mengapa ada begitu banyak orang?” tanya Todd. “Pertandingan adalah satu acara yang bakal didatangi banyak orang. Aku akan duduk bersama orang-orang itu. Kami disebut supporter. Kami menyemangati kalian. Kalian bertandinglah yang bener.” Todd tersenyum tipis. “Nanti usai bertanding, jangan lupa mengajakku ke museum.” “Iya. Aku ingat. Aku sudah berjanji. Aku akan penuhi janjiku.” Todd baru berbalik setelah melihatku bisa duduk nyaman. Bersama rekan satu timnya, Todd melakukan pemanasan. Ciwi-ciwi supporter sudah heboh di sekitarku untuk setiap gerakan Todd. Hingga dua jam berikutnya, aku ikut berteriak bersa

