Goyah

1723 Kata

Hadiah benda hidup yang diberikan oleh Mahaputra diterima Ayu selaku nyonya di rumah itu. Namun, ia menempatkannya di tempat yang tak seharusnya. Mengurus kuda-kuda milik sepasang suami istri itu. Wanita tersebut sama sekali tak gentar jika sang pangeran murka karena menghina pemberiannya. Toh, sudah di dalam kediamannya maka terserah ia akan memperlakunnya seperti apa. “Aku diutus Pangeran kemari bukan untuk melihatmu tertawa bahagia. Melainkan untuk mencari tahu siapa sebenarnya dirimu,” gumam gundik itu ketika membersihkan tubuh kuda yang harus dicuci setiap hari atas perintah sang nyonya, “Tunggu saja, kau tak pernah tahu wajah asli Mahaputra seperti apa. Sekali dia dapat celah kesalahanmu, habis sudah hidup kalian!” gerutunya kesal karena tak sengaja menginjak kotoran. Ia merasa dih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN