Sisi Lain

1781 Kata

Mahaputra menunggu kedatangan seseorang yang telah memata-matai Bima dan Ayu sejak dua bulan yang lalu. Wanita yang dahulu menjadi gundiknya, hingga ia bosan dan memberikan tugas yang menjauhkannya dari dalam istana. Pangeran itu mulai jenuh setiap kali gundik itu merengek manja dan meminta perhiasan padanya. Ya, begitulah hidupnya, banyak wanita tetapi tak ada yang tulus mencintainya. “Sepertinya kau sudah mulai lupa dengan tugasmu, Ratna,” ujar Pangeran dari balik pohon ketika gundik itu sampai. “Maafkan, Gusti Pangeran. Abdimu tak bisa berbuat banyak. Wanita itu terlalu tangguh untuk dilawan.” “Sekian lama kau di sana, pasti sudah sangat hafal dengan wajah istri Bima, bukan?” “Benar. Wajah itu begitu sering membuatku kesal!” gerutu Ratna. “Kalau begitu, gambar di sini.” Mahaput

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN