Selama dua hari sang pangeran tak kembali ke istana. Ia benar-benar mangkir dari panggilan Gusti Prabu, sebab tujuan ke rumah gurunya juga amat penting demi keberlangsungan takhtanya. Malam hari ketika purnama sinarnya amat sempurna, dua orang itu menyalakan beberapa buah dupa. Sang guru komat-kamit membaca mantra sedangkan Mahaputra hanya diam saja, ia belum diajarkan ilmu itu. Air yang ditempatkan dalam wadah menunjukkan beberapa wanita yang ada di dalam rumah. Tak ada yang istimewa bagi dua lelaki itu, semuanya biasa saja. Namun, pandangan mata dua orang itu terhenti ketika sinar rembulan lurus dan terang masuk ke dalam sebuah kamar. Di mana ada seorang wanita tengah melantunkan kidung seperti purnama sebelumnya. Hanya saja kali ini ia meminta agar berkah lebih dianugerahkan dalam rah

