Perangkap

1878 Kata

Pagi itu beberapa prajurit yang dipilih langsung oleh Mahaputra telah bersiap. Ia dan juga Bima berencana akan berburu sedikit jauh ke dalam hutan. Sang pangeran telah merencanakan sebuah tragedi yang akan menghilangkan nyawa panglima perang tersebut. Ya, hanya itu cara untuk menghabisinya. Ia pun telah mempersiapkan senjata rahasia yang sehebat apa pun orang ilmu kanuragannya, tak akan bisa bertahan hidup. Lain halnya dengan Bima yang masih berada di dalam pondoknya. Ia merasa malas untuk pergi meladeni majikannya akan hal-hal yang tidak penting. Ia kemari untuk menjaga wilayah utara bersama dengan dua panglima lainnya. Bukan untuk bersenang-senang mengikuti perintah putra makhkota. Terlebih lagi istrinya ditawan di dalam griyanya. “Andai engkau bukanlah calon penerus takhta!” gerutun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN