Desa Kematian

1909 Kata

Ayu mengenakan pakaian dan selendang serba hitam, ia telah membulatkan tekad untuk pergi meninggalkan keluarganya lagi. Demi menghindar dari kejaran Bima yang bisa dipastikan akan mencarinya lagi. Wanita itu memandang wajah kedua orang tua serta kakak kembarnya. Tiga orang tersebut sebenarnya amat sangat keberatan melepaskan kembali kepergian Ayu, sebab ia baru saja kembali dari peperangan. Namun, ketika wanita itu telah berniat, dilarang pun ia akan menemukan berbagai macam cara untuk pergi. “Berhati-hatilan, Cah Ayu. Lebih baik lagi jangan pergi. Apa kau tak takut di luar sana banyak penjahat?” Gansari masih berusaha mencegah kepergian putrinya. “Tidak apa-apa, Biyung. Putrimu ini sudah biasa menghadapi orang paling jahat sekali pun.” “Apa kau mulai tak betah tinggal bersama kami,”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN