Ayu membuka ikatan kain yang ia bawa sejak pergi meninggalkan Bima seorang diri. Di dalamnya terdapat beberapa helai rambut panglima perang itu, yang ia tarik paksa ketika Ayu tak bisa lepas dari cengkraman lelaki tersebut. Tak lupa pula kain milik Bima yang sengaja ia robek. Dua hal untuk menemani ritual yang akan wanita itu lakukan tak lama lagi. Wanita yang sudah tak suci lagi itu mengambil beberapa helai kain. Ia lilitkan hingga menjadi bentuk boneka pada sebatang kayu. Tak lupa pula kemenyan ia bakar, setelah membuka jendela kamar agar baunya tak tersebar ke seluruh ruangan. Beberapa helai rambut Bima ia tambahkan pada gulungan kain berbentuk boneka tersebut. Lalu diakhiri dengan membakar kain pakaian Bima pada bara arang yang terus memerah. Ayu benar-benar membuktikan ucapannya.

