Kotak Hitam

1898 Kata

Ayu naik ke atas kuda, sementara itu Bima berjalan di dekatnya. Dua orang tersebut tak mengeluarkan sepatah kata pun. Panglima perang itu tahu, Ayu sedang tak bisa diajak berbicara baik-baik. Sedangkan wanita itu sendiri di dalam hatinya sedang memilah dan memilih bagaimana cara menyingkirkan Bima tanpa jejak. Dua isi kepala yang sangat berbeda jauh. Sampai di dekat pondok, beberapa pasang mata prajurit yang tersisa tertuju pada kedatangan dua orang itu. Ayu melompat dari tunggangannya, dengan sigap pula Bima memegang pinggang wanita itu agar ia tak mencoba kabur. Bisik-bisik mulai terdengar, tak pernah memang panglima perang itu membawa wanita dalam pondoknya kecuali atas permintaan putra makhkota tempo hari. Kini, Bima telah berubah, ia dengan berani menggandeng tangan Ayu bahkan mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN