Berdua

2095 Kata

“Mana mungkin! Ilusi ini palsu sekali. Mana bisa panglima itu tahu nama asliku,” ujar Ayu mendengar kembali nama aslinya diteriakkan berulang kali. “Pergilah. Jangan ganggu aku. Aku tak pernah ingin berurusan dengan kalian.” Gadis itu mengambil segenggam tanah lalu menyayat tangannya sendiri hingga sedikit darah ia teteskan di sana. Selanjutnya ia taburkan tanah itu di udara. Lalu perlahan-lahan kabut yang mengelilinginya menghilang. Gadis itu tak lagi dihadapkan dengan jalan yang berliku. Melainkan tak jauh dari tempatnya latihan dan menebang pohon tadi. Ia ingin turun dan kembali ke pondok di dekat perbatasan. Namun, Ayu kembali mendengar suara Bima yang memanggil nama Suta, bukan nama aslinya. Perasaan gadis cantik itu kembali tak enak. Ia ingin kembali saja dan membiarkan panglima t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN