Baik Mahaputra atau pun Ayu tetap bersabar menanti di dalam hutan hingga matahari terbit. Ingin sekali rasanya gadis itu mencari tahu bagaimana keadaan di dalam sana. Namun, amanat menjaga putra makhkota pun tak kalah penting. Dari tempat mereka menanti masih terus terdengar jeritan juga kobaran api. Sesekali pula terdengar suara ledakan yang begitu dahsyat menembus langit. Pertempuran yang cukup besar, sebab tanah di sekitar mereka bersembunyi pun bergetar sangat kuat. Derap langkah kaki kuda berjumlah ratusan serta orang-orang berlarian menjadi jawaban. “Apa Panglima akan baik-baik saja?” gumam Ayu diantara kesunyian yang tercipta. “Pasti. Dia bukan orang yang mudah mati. Mungkin usianya akan panjang sampai ribuan tahun,” jawab Mahaputra sembari duduk bersila dan mengatur pernapasa

