Bab 71

1036 Kata

Sebuah ruang karaoke dengan kapasitas sepuluh orang sudah dibooking. Kami tiba di sana sepertinya paling awal. Suasana restoran sudah ramai, seorang waitress langsung mengarahkan kami pada ruangan yang sudah dipesan. “Silakan!” “Makasih, Mbak!” Kami bersepuluh masuk, Yuli berdampingan sama Mia. Sepertinya mereka begitu akur, apakah keduanya sudah bersepakat untuk jadi kakak dan adik madu, entahlah. Namun memang melihat keduanya tampak begitu lekat. Tika mepet terus Bang Ferdi. Sepertinya dia beneran suka, deh. Selama ini kukira bercanda, tetapi perlakuannya pada Bang Ferdi tampak sedikit beda. Sisanya staff dari akunting, BD dan anak GA juga ada. Entah siapa semua namanya, jujur aku paling sering lupa terkait orang baru dan namanya. Kecuali orang lama, sudah melekat di luar kepal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN