Bab 57

1316 Kata

“Eh Meera … sehat, Dek. Ahmm Ameena ada?” Eh, kok A Wawan nanyain Teh Amee? Jangan-jangan … belum habis pertanyaanku, tiba-tiba sosok Teh Amee muncul dan sudah rapi dengan kerudung berwarna biru. Dia tak banyak bicara, tak juga menyapaku. “Ayo! Maaf agak telat.” Eh … aku bengong, tampak Teh Amee mengangguk, lalu berjalan begitu saja melewatiku. Dia sudah memakai gamis berwarna senada dengan pakaian yang dikenakan A Wawan. “Meera, kami pergi dulu, ya!” Aku mengangguk, meski rasa hati bergejolak ingin bertanya. Namun kuurungkan, takutnya menyinggung perasaan Teh Amee. Sepertinya baru saja sedikit membaik dan mulai membuka diri. “Neng, Teteh kamu sudah pergi?” Ibu tergopoh dari belakang. “Iya, Bu.” “Yaaaah.” Wajahnya tampak kecewa. Aku menatap Ibu dengan raut wajah penasaran.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN