Bangun pagi ini badan terasa gak karuan. Bukan hanya karena masalah hati yang sudah masuk tahap akut. Namun, semalam pulang cukup larut. Aku menguap berulang, kepala juga kok berdenyut. Kulirik jam dinding, sudah pukul lima lewat seperempat rupanya. Duh belum salat shubuh juga. Hilda tuh kebiasaan, kalau aku kesiangan suka gak pernah bangunin. Awas saja ya tuh anak. Aku menggeliat kanan kiri meregangkan otot-otot yang terasa kaku. Beringsut turun dari tempat tidur lalu menggeliat lagi. Gegas menuju ke dapur untuk mengambil wudhu. Duh, memang apes, Hilda lagi di kamar mandi rupanya. “Hill! Gue mau wudhu. Lo masih lama?” Aku bersandar pada dinding luar pintu kamar mandi sambil sesekali menguap. Namun sepi, hanya gemericik air yang kudengar. Duh, pasti kupingnya ditutup pake earphone.

