Aku menatap pintu kaca yang sudah tertutup itu, tetapi tak ada tanda-tanda jika perempuan itu keluar lagi. Hmmm … enak banget ya berduaan sama perempuan seksi dalam ruangan. Awas ya, tar malem! Jangan salahkan aku kalau ditatar puasa. Aku tertawa jahat dalam hati sambil mengelus d**a. Beneran nyesek, padahal gak tahu juga mereka di dalam ngapain saja. Aku mencoba mengalihkan fokus, kebetulan memang sudah bell. Hanya saja gegara Bang Ferdi jadinya masih rumpi ria. Aku mengalihkan fokus pada pekerjaan. Lima menit berlalu, tetapi perempuan itu belum juga keluar dari ruangan Mas Suami, aku kembali mengotak-atik tabel data, tetapi sudut mata tak henti mencuri-curi pandang pada pintu kaca itu. Hmmm … baiklah, sepertinya aku harus ke sana. Berasa dejavu, dulu ada Mak Macan yang masuk ruanga

