“Kau meminta izin padaku untuk menikahi Alena?” Tom melirik Alena yang duduk di sebelah Ranne. “Ya. Kau ayahnya. Aku ingin kau yang menggandeng Alena menuju Altar.” Pinta Ranne dengan binar cerah. Mata Tom berkilauan karena air mata. Dia menatap Ranne dan Alena secara bergantian. Alena tampak menatap dengan penuh penghormatan. Tatapan yang sangat berbeda dari yang pernah dilihat Tom. Alena sudah mengakuinya Tom sebagai ayahnya? “Aku tidak—“ “Ayolah, Ayah.” Alena memanggilnya dengan sebutan ‘ayah’. Hati Tom menghangat. Untuk pertama kalinya, Alena memanggilnya dengan panggilan yang selalu ingin didengar dari kedua daun bibir Alena. “Kau memanggilku ayah?” tanya Tom tampak tak percaya dengan apa yang didengarnya.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


