Perbincangan antara Rachelta dan Audy terhenti sejenak saat Raymond kembali dari ruang kerjanya sambari membawa ponsel miliknya dalam genggaman tangan lelaki itu. Raymond menatap Rachelta, sejak berita kematian Zwetta santer terdengar di Las Vegas, Rachelta sebagai teman semasa kecilnya malah tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali walau sekadar mengucapkan kalimat bela sungkawa. Audy menghampiri Raymond dengan senyuman merekah di bibir wanita itu. “Raymond, bagaimana kata Tuan Jordan? Apa yang Fidelya sukai?” tanya Audy bersemangat. Audy sejak siang hari sudah meminta Raymond menghubungi Jordan Harvey untuk menanyakan apa saja makanan atau barang-barang kesukaan Fidelya. Audy merasa tidak pantas jika wanita itu hanya datang dengan tangan kosong, tanpa membawa cinderamata dari La

