16. Telepon Pertama

1550 Kata

Usai mendengarkan penjelasan dari Fidelya tentang alasan mengapa dirinya berkenan menerima pernikahan tanpa landasan cinta, sekaligus tanpa ia belum mengenal serta bertemu terlebih dahulu dengan calon suaminya. Ibu Tsania kini mengerti alasan mendasar dari pilihan wanita cantik bersurai hitam legam pemilik netra coklat almond tersebut. Fidelya menatap kosong pemandangan di depannya. Sungguh, jalan takdirnya secara tiba-tiba berbalik arah hingga Fidelya sendiri tidak bisa melawan arus takdir. Wanita itu hanya mampu menarik napasnya panjang dan meyakini bahwa pilihannya adalah sebenar-benarnya pilihan yang dapat dia pilih. “Kamu tahu, Jordan beruntung memiliki putri seperti dirimu, Fidelya,” ucap Ibu Tsania memuji kelembutan hati Fidelya. Wanita lajang seusia Fidelya tengah gencar membuka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN