58. Jeritan dari Derita

2016 Kata

Mentari bersinar tidak begitu terik hari ini. Layaknya senyuman manis yang menyapa tanpa menampilkan jejeran gigi putih. Sinarnya halus, menerpa kulit lengannya yang tertutupi kemeja panjang. Ada juga usapan angin menerpa lembut. Seperti belaian tangan seorang ibu yang penuh kasih untuk anaknya yang masih kecil. Mengharapkan melalui belaiannya itu, sang anak akan bisa mengerti betapa besar kasih sayang yang disampaikan. Betapa besar perjuangannya sampai mengharapkan pertumbuhan yang baik-baik saja. Juga lantunan doa yang senantiasa terucap dari hati kecil tanpa pernah didengar orang lain. Posisinya masih sama. Duduk tenang di sebuah kursi panjang di taman kampus yang tidak begitu ramai. Laptop di hadapannya masih menyala, menampilkan beberapa materi pembelajaran yang baru ia dapat hari i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN