Siang itu rumah tampak sepi sekali saat Aira bangun dari tidurnya. Badannya masih terasa sangat lemas sekali, tetapi dia merasa sangat lapar. Aira masuk ke dapur untuk mencari makanan yang bisa mengganjal perut laparnya. “Wah nyonya besar sudah bangun rupanya. Nyari makan ya?” suara yang terdengar tidak santai sekali mengagetkan Aira. “Ah mama, Aira terakhir makan itu semalam ma. Jadi Ai lapar sekali.” jawab Aira sopan. Biar bagaimana pun Miranda adalah orang tua dari suaminya. Dan hal ini baru di rasakan oleh Aira, jadi dia cukup canggung dengan situasi seperti ini. “Terserah, kau nyonya rumah ini.” kata Miranda sedikit menambah ketidak nyamanan yang Aira rasakan. Dia tidak ingin membuat situasi seperti ini lebih lama lagi. Sebagai gantinya Aira membiarkan mama merua

