Tak menunggu hingga habis kontrak hunian yang di pesan oleh Alvin selama seminggu, Derren mengajak Aira kembali ke Jakarta saat Arunika* sudah menyapa. Karena Boy mengatakan jika Derren harus segera menyelesaikan juga masalah yang ada di Jakarta. Arunika= cahaya matahari pagi. Tepat jam dua belas Wib Derren dan Aira tiba di kantor yang sudah di tunggu oleh Maya juga Thada. Melihat sahabat lamanya beserta sang istri, AIra merasa jengkel sendiri. Terutama saat mengingat pesan yang di kirim oleh wanita yang tengah berbadan dua itu. Mata tajam penuh dengan dendam dan amarah, terpancar dari tatapan Derren pada Maya. Wanita yang membuat istrinya lari dengan lelaki yang sudah menjadikan hidupnya lebih rumit. “Katakan apa yang ingin kau ungkap di depan semua orang, jangan sekali l

