Menunggu sendiri di depan kelas memang sangat membosankan. Tetapi Derren membuang rasa bosan itu dengan memainkan permainan yang tersedia di dalam ponselnya. Tak terasa dua jam sudah berlalu, Aira pun keluar dari kelas dan langsung mencari sang suami. “bosen?” Tanya Aira saat mendapati sang suami, “Enggak, cuma rada kesepian saja,” jawab Derren tersenyum pada Aira. “Apa bedanya itu? Ya sudah ayo ke kantin, pasti kamu haus kan?” ajak Aira. “Istriku memang tak ada tandingan nya kalau sudah mengerti aku,” Derren mencubit hidung Aira. “Just for you,” senyum Aira. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan keduanya yang tengah bercengkerama. Tak ada yang menyangka memang jika Derren bisa seposesif ini pada Aira. “Apa ini yang elu kata sebagai kesalaha

