“Tapi siapa yang mau sama gue?” Derren dan Aira saling pandang sebelum mengatakan pemikiran mereka berdua. Diki tidak mengerti dengan perilaku pasutri ini. Apa memang seperti ini kalau sudah menikah? Orang yang tadinya normal, jadi kebawa sama istri bobroknya. Di mana Diki, Aira tetap gadis bobrok yang sama seperti dulu. Dia juga tidak berubah sama sekali, tetapi Derren lah yang berubah memiliki otak yang kurang. Sama seperti Aira. “Jangan menakuti gue pagi-pagi. Kalau kalian punya kandidat, katakan. Sebelum gue mati ketakutan. Jujur gue tidak berani pulang sekarang. Dan kalau bisa, tolong belikan ponsel baru beserta kartunya. sungguh gue gak berani keluar dari rumah elu.” kata Diki yang sudah pasrah saat ini. “Siapa pun itu?” tanya Aira meyakinkan. “Ya siapa pun itu.

