Pagi-pagi buta Mimi bangun untuk memasak nasi kuning buat suaminya sarapan. Tetapi baru saja dia menggeser badannya untuk bangun dari tempat tidur, Diki sudah menahannya. Tangan yang memeluk perut Mimi mengunci wanita itu untuk tetap berada di tempat tidur bersamanya. “Temenin aku tidur dulu sebentar lagi. Aku baru tidur sejam yang lalu.” suara serak khas orang bangun tidur menahannya untuk keluar dari tempat tidur. “Ya sarapannya gimana?” tanya Mimi sedikit bingung. “Aku ingin sarapan kamu saja.” goda Diki. Jujur Diki sudah tidak bisa lagi menahan apa yang ada di dalam dirinya. Ini sungguh menyiksa, dua bulan tidur bersama namun tidak bisa menyentuh karena dirinya tidak ingin di anggap sebagai lelaki b******k. Tetapi saat ini? Dia benar-benar tidak bisa menahan l

