"Nak Faw..." pekik Bu Sastro ketika melihat Fawnia tengah menunggu kedatangannya di salah satu restoran ternama di lantai paling atas Casablanca. "Duuh kamu nunggu lama ya? Maaf ya, tadi tuh Mas Awan mbulet di kantor, jadi gak bisa nganter. Jadinya diantar Arya, tapi ya gitu sambil ngomel-ngomel." lanjut Bu Sastro menyebutkan satu nama lagi yang masih asing di telinga Fawnia. Sedikit mengerutkan kening, Fawnia tersenyum sambil menyambut perempuan paruh baya yang siang ini mengenakan blouse cantik bermotif batik merak. "Nggak lama kok Bu, tadi saya juga kena macet di Darmo." "Syukurlah kalau gak kelamaan, saya kan gak enak." Fawnia refleks menarik mundur salah satu kursi di sebelahnya, agar Bu Sastro tak kesulitan. "Sudah sehat betul kamu Fawnia?" Bu Sastro menyentuh lengan atas Fawnia d

