"Tapi pak.. saya sedang ada kepentingan dengan istri saya." kilah Dimitri. "Istri.. istri.. diih saya bukan istrinya kok." memanfaatkan kelengahan Dimitri, Fawnia segera menarik pergelangan tangannya dan bergeser beberapa langkah untuk mundur hingga berada di sebelah Irawan. "Nia, kamu..." decak Dimitri melotot pada mantan istrinya. "Amnesia ya kamu bang?" cibir Fawnia seraya mencebikkan bibir. Kelihatannya saja Fawnia berani membalas kalimat Dimitri dengan nada keras, namun tanpa diketahui ia menutupi dentuman jantungnya yang kian menggila karena panik menahan ketakutan. "Jadi?" Irawan fokus menatap Dimitri dengan tatapan penuh tanya. "Tapi pak, dia benar-benar istri say—" "Bukaan!!!" sembur Fawnia dengan tetap menyembunyikan diri di belakang punggung Irawan. "Bukan pak.. eh mas..

