25 - Harapan Nola

1967 Kata

"Kenapa malah dia yang angkat ya?" gumam Fawnia masih keheranan melihat layar ponselnya yang baru saja redup. "Mama Wulan kenapa Faw?" Nanda menepuk pundak Fawnia karena sedari tadi person itu masih sibuk mengocek sendiri. "Yang jawab si Nola Nola itu Nda." "Nola si nenek lampir jadi-jadian itu?" "Husssh...." Fawnia meraup wajah sahabatnya itu dengan telapak tangannya. "Lha bener kan, apa namanya coba kalau bukan Mak Lampir sialan? Status masih laki orang udab dipepet aja." cibir Nanda mengerucutkan bibir. "Emang dia bilang apa?" sambungnya lagi. "Katanya mama masih repot. Tapi tadi aku sekilas denger ada suara mama kok." pandangan Fawnia menerawang ke luar jendela besar di ruang kerjanya. "Ckk... paling juga cuma cari alasan aja tuh cewek. Udahlah lupain aja niat untuk pamitan sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN