Cuaca cerah kembali menyapa Surabaya setelah dua hari sebelumnya diselimuti mendung gelap dan hujan yang setia mengguyur sepanjang hari. Wulandari pagi-pagi sekali sudah bersiap untuk menemui sang menantu, Fawnia. Hampir dua minggu tak bersua, juga tiba-tiba sulit menghubungi perempuan cantik itu. Hanya sesekali saja Fawnia membalas pesan yang sengaja ia kirimkan, hal yang tentu saja membuat Wulandari didera kekhawatiran berlebih. Sayang ketika pagi itu beliau berkunjung ke rumah kedua orang tua Fawnia, yang ia temui hanyalah rumah yang sepi. Salah seorang pekerja di sana mengatakan, Haidar sedang berkeliling memeriksa restorannya, Fauzi dan Dinda sedang bekerja sedangkan Fawnia pergi sejak selesai sarapan entah kemana. Masih memendam secuil kegelisahan, Wulandari memutuskan untuk mengunj

