27 – Kunjungan

1777 Kata

“Ngelamun aja dek? Yakin pergi gak sih?” Fauzan yang telah selesai merapikan barang bawaannya untuk berangkat ke Batam esok lusa, mendekati sang adik yang sedang duduk termenung di balkon apartment mewahnya. Si adik yang sengaja ia goda hanya menoleh sekilas dan tersenyum tipis, lantas kembali menatap semburat langit senja di kota Surabaya dari ketinggian. “Yakin lah bang, kalo gak yakin ngapain juga aku ke sini.” “Terus ngapain dari tadi ngelamun? sampe dipanggil mbakmu gak denger gitu?” “Ehh… mbak Yunita tadi panggil aku?” Fawnia sontak menegakkan posisi duduknya. Menoleh kanan kiri untuk mencari tau keberadaan sang kakak ipar. “Halaah telat,” Fauzan mengibaskan telapak tangannya di depan wajah sang adik yang kini mulai lebih cerah berisi lagi. “Tadi mbakmu nanyain kunci mobil, ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN